Main Article Content

muhammad yunus

Abstract

Penelitian ini bersifat lapangan sekaligus kajian pustaka dan teori yang digunakan untuk melihat proses dialektika tradisi kerame banjar dan bagaimana manejemen tradisi banjar terlembagakan dan diwariskan sebagai upaya penguatan nilai moderasi beragama di desa Sepit. Pendekatan yang digunakan dalam penalitian ini adalah pendekatan sosilogi yakni teori structural fungsional Talcott Parsons dan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Tomas Luckmann. Dalam teori struktural fungsional, ada empat gagasan penting yang membuat suatu sistem atau struktur bekerja dengan baik. Ide-ide ini disebut AGIL, yang merupakan singkatan dari Adaptasi, Pencapaian Sasaran, Integrasi, dan Latensi.  Sebagai hasilnya, Proses eksternalisasi Krame Banjar dapat dilihat melalui proses adaptasi nilai dan tindakan yang tergambar dalam sikap menerima dan partisipasi anggota banjar, selanjutnya proses objektifikasi tergambarkan dalam kontribusi anggota banjar dalam setiap acara banjar dan sebagai proses trakhir yakni proses internalisasi yakni anggota banjar mulai mempercayai dan melestarikan tradisi Banjar.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Yunus, M. (2024). THE EXISTENCE AND VALUES OF RELIGIOUS MODERATION IN THE LOCAL WISDOM OF THE SASAK TRIBE (KRAME BANJAR) IN SEPIT VILLAGE. Jurnal Manajemen Dan Budaya, 4(1), 93–104. https://doi.org/10.51700/manajemen.v4i1.601
Section
Articles