Reaksi Komunitas Pesantren terhadap Tayangan Media Kajian Living Qur’an pada Kasus Trans7

Kajian Living Qur’an pada Kasus Trans7

Penulis

  • Murnia Andini Permatasari Andi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

DOI:

https://doi.org/10.51700/irfani.v6i2.1491

Kata Kunci:

Living Qur’an, Pesantren Lirboyo, Representasi Media, Reaksi Komunitas Pesantren, Xpose Uncensored Trans7

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi komunitas Pondok Pesantren Lirboyo terhadap tayangan program Xpose Uncensored Trans7 yang dianggap menyinggung kehormatan pesantren, serta menjelaskan bagaimana nilai-nilai Living Qur’an membentuk pola respons santri, ustadz, dan kiai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan beberapa santri, ustadz, dan kiai, serta pengamatan konteks sosial pesantren. Teknik analisis dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi tematik, dan interpretasi berdasarkan kerangka Living Qur’an serta analisis representasi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon komunitas pesantren tidak hanya berupa ketidaknyamanan terhadap tayangan tersebut, tetapi juga merupakan ekspresi dari nilai adab, kehati-hatian, dan penghormatan kepada ulama yang menjadi bagian dari praktik budaya Qur’ani. Santri cenderung menunjukkan sikap defensif berbasis adab, ustadz menekankan pentingnya prinsip tabayyun dan ketelitian media, sedangkan kiai merespons dengan hikmah dan ajakan islah. Permintaan maaf Trans7 diterima dengan baik, namun dinilai baru efektif jika diikuti perubahan etika produksi konten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reaksi komunitas pesantren merupakan manifestasi nyata dari Living Qur’an, dimana nilai-nilai Qur’ani tidak hanya dihafal, tetapi mengarahkan cara komunitas pesantren memaknai kehormatan, membentuk sensitivitas budaya, dan merespons representasi media modern.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ali, Kodra. 2012. Sosiologi Agama Dan Perubahan Sosial. Rajawali Press.

Amiruddin, A. 2019. “Etos Kehidupan Pesantren: Tradisi, Otoritas, Dan Perubahan.” Jurnal Sosial Keagamaan 14 (2): 55–72.

Aziz, F, and A Maulana. 2023. “Qur’anic Values and Media Reception in Indonesian Islamic Boarding Schools.” Journal of Islamic Media Studies 5 (1): 55–73.

Berg, Bruce. 2001. Qualitative Research Methods for the Social Sciences. Allyn & Bacon.

Echchaibi, N. 2020. “Islam, Media, and the Negotiation of Identity.” International Journal of Communication 14:4550–68.

Fakhri, Andi. 2020. “Representasi Umat Beragama Dalam Media Televisi.” Jurnal Komunikasi Global 9 (1): 66–82.

Firmansyah, Abdul. 2022. “Kritik Media Dalam Perspektif Studi Islam Tradisional.” Journal of Islamic Thought 7 (1): 54–70.

Griffiths, Stephen. 2019. The Qur’an in the Contemporary Media Landscape. Routledge.

Halim, F. 2020. Living Qur’an Dan Budaya Populer. Penerbit UIN Press.

Hall, Stuart. 1997. Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. Sage Publications.

Hamka. 1982. Tafsir Al-Azhar. Jakarta: Pustaka Panjimas.

Haryanto, A. 2019. “Pesantren Dan Budaya Media: Analisis Persepsi Santri Terhadap Televisi.” Jurnal Society 7 (1): 77–94.

Hidayat, Rahmat. 2010. “Pesantren Dan Media: Dinamika Respon Komunitas Tradisional.” Jurnal Komunikasi Islam 2 (1): 33–49.

Hidayat, Z. 2024. Religion and Media in Contemporary Indonesia. Cambridge Scholars Publishing.

Hjarvard, Stig. 2008. “The Mediatization of Religion.” Nordic Journal of Media Studies 6:9–26.

Hoover, Stewart. 2006. “Religion in the Media Age.” Journal of Media Studies 12 (3): 45–60.

Hoover, Stewart. 2017. “Lived Religion and the Mediatization of Culture.” Journal of the American Academy of Religion 85 (2): 302–30.

Johnson, Kirk. 2014. Media and Society. Routledge.

Latif, Abdul. 2014. “Komunikasi Pesantren Dan Pengaruh Media Massa.” Jurnal Komunikasi Nusantara 3 (1): 21–37.

Lubis, M. 2021. “Lived Qur’an: Pendekatan Baru Dalam Kajian Al-Qur’an.” Jurnal Studi Al-Qur’an 17 (1): 33–48.

Madjid, Nurcholish. 1995. Islam, Kemodernan, Dan Keindonesiaan. Mizan.

Mahmud, Imran. 2017. “Konsep Tabayyun Dalam Perspektif Al-Qur’an.” Jurnal Ilmu Qur’an Dan Tafsir 8 (1): 13–25.

Millah, Ahmad. 2005. Living Qur’an: Teori Dan Praktik. Pustaka Hikmah.

Morgan, David. 2021. “Lived Religion in a Digital Age.” Religion 51 (3): 345–63.

Narbuko, Cholid, and Achmadi. 2020. Metodologi Penelitian. Bumi Aksara.

No Title. n.d.

Nugraha, R. 2015. “Dampak Tayangan Televisi Terhadap Persepsi Masyarakat Santri.” Jurnal Dakwah Dan Komunikasi 4 (2): 44–59.

Rahmah, Nur. 2019. “Kajian Living Text Dan Relevansinya Bagi Studi Islam.” Jurnal Living Islam 4 (2): 110–27.

Rahman, T, and R Naufal. 2022. “Persepsi Komunitas Pesantren Terhadap Tayangan Televisi Bernuansa Keagamaan.” Jurnal Ilmu Dakwah 42 (2): 201–19.

Rohim, S. 2018. “Representasi Pesantren Dalam Media Televisi Di Indonesia.” Jurnal Komunikasi Islam 8 (2): 145–62.

Spradley, James. 1980. Participant Observation. Wadsworth.

Suryadi, D. 2021. “Media, Islam, Dan Konstruksi Sosial.” Jurnal Studi Islam 11 (1): 72–90.

Syamsuddin, Sahiron. 2011. Metodologi Penelitian Living Qur’an. Pustaka Pelajar.

Williams, Kevin. 2010. Communication Theory. Bloomsbury Academic.

Yusuf, M. 2018. “Pesantren Dan Tantangan Modernitas.” Indonesian Journal of Islamic Education 3 (2): 89–104.

Zuhri, Saifuddin. 2016. “Living Qur’an Sebagai Pendekatan Baru Dalam Kajian Al-Qur’an.” Journal of Qur’anic Studies 5 (2): 101–20.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-07-23

Cara Mengutip

Andi, M. A. P. (2026). Reaksi Komunitas Pesantren terhadap Tayangan Media Kajian Living Qur’an pada Kasus Trans7: Kajian Living Qur’an pada Kasus Trans7. Al-Irfani: Journal of Al Qur’anic and Tafsir, 7(1), 56-64. https://doi.org/10.51700/irfani.v6i2.1491