Manajemen kesiswaan dalam membangun budaya disiplin Peserta didik sekolah menengah pertama di Lombok
DOI:
https://doi.org/10.51700/attadbir.v2i2.481Kata Kunci:
manajemen, kesiswaan, budaya, disiplinAbstrak
Budaya merupakan salah satu tugas yang emban oleh pendidikan untuk di wariskan nilai-nilai luhur budaya kepada siswa agar membentuk kepribadian yang baik melalui pendidikan. Untuk itu salah satu budaya sekolah yang dikembangkan yakni kedisiplinan terhadap peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan kesiswaan, pelaksanaan kesiswaan dan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan budaya disiplin peserta didik di SMP N 1 Masbagik. Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Sumber data yaitu kepala sekolah, waka kesiswaan, guru, dan siswa. teknik analisis data terdiri atas reduksi data, penyajian data, verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Karena pada penelitian ini data yang diperoleh akan dikumpulkan dan diketahui kebenarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) perencanaan manajemen kesiswaan dalam membangun budaya disiplin peserta didik meliputi :analisis kebutuhan peserta didik, rekrutmrn peserta didik, seleksi peserta didik, orientasi peserta didik, penempatan peserta didik, pencatatan dan laporan peserta didik.2) pembinaan peserta didik dalam upaya membangun budaya disiplin peserta didik, pelaksanaan pembinaan peserta didik terdiri dari (a) pembinaan tata tertib sekolah dengan memberikan surat pernyataan mengenai kesiapan siswa dalam mentaati tata tertib sekolah.(b) pembinaan melalui kegiatan seperti; kegiatan orientasi yaitu dengan melakukan sosialisasi mengenai peraturan dan tata tertib di sekolah, melakukan apel pagi dan pulang sekolah untuk memberikan arahan dan nasehat kepada siswa.(c) pembinaan melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka untuk melatih siswa dalam hal kedisiplinan. Baik disiplin waktu, disiplin dalam berpakaian maupun disiplin dalam bersikap.3) faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan budaya disiplin peserta didik yaitu faktor pendukung: komitmen komite dan kepala sekolah, semua warga sekolah, lingkungan sekolah. Faktor Penghambatnya kesadaran siswa sendiri, orang tua siswa
Unduhan
Referensi
Sudirman Anwar, 2015 Management Of Student Development Tembilahan: Yayasan Indragiri.
Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, 2017 Manajemen Pendidikan, Bandung; Alfabeta.
Syaiful Sagala, 2007 Manajemen Strategi Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan, Bandung: Alfabeta.
E. Mulyasa, 2012 Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung:Pt Remaja Rosdakarya.
Suharsimi, 199. Manajemen Pengajaran Secara Menusiawi, Jakarta:Pt Rineka Cipta.
Ahmad Mustafa Al-Maragi, 1993 Tafsir Al-Maragi Cet,II; Semarang PT. Karya Toha Putra Semarang.
Lukman Hakim. 2008 , Manajemen Pendidikan, Yogyakarta, Genta Press.
Juhaeti Yusuf. 2019, dkk. Himmah spiritual sebagai alternatif penegakan disiplin dalam progam manajemen peserta didik, Lampung : Gre Publishing.
Ahmad Susanto, 2018. Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah “Konsep, Teori, Dan Aplikasinya: Jakarta:Kencana.
Saihudin, Manajemen Institusi Pendidikan.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Baiq Yayuk Samsiniwati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



