THE ROOTS OF MERARIK TRADITION

From Resistance To Acculturation

Authors

  • Khairul Faizin STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

DOI:

https://doi.org/10.51700/aliflam.v1i1.98

Keywords:

Merarik, akar tradisi, suku sasak, akulturasi

Abstract

This paper describes the origin of the Sasak-Lombok tribe's tradition of pulling which is based on oral folklore. The roots of this tradition can be traced back to the history of the 17th century Lombok-Bali meeting. In general, there are four views about the roots of the formation of the Sasak tribe tradition of drawing. The four views are First, pulling is a traditional Sasak norm; The second merarik is a resistance to the shackles of the triwangsa social strata; The third merarik is the release of Sasak women from the kidnapping of Balinese Buleleng soldiers; The fourth line is the acculturation of Balinese culture.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad Fathan Aniq. 2011. Potensi Konflik pada Tradisi Merarik di Pulau Lombok, Al Qalam: Jurnal Keagamaan dan Kemasyarakatan, Vol 28. No. 3, September-Desember.

Ahmad Muttaqin dan Fina ‘Ulya (ed). 2012. Harga Diri & Ekspresi Budaya Lokal Suku Bangsa di Indonesia, (Laboratorium Religi dan Budaya Lokal {LABEL} UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan NTB, 1978. Adat Istiadat Daerah Nusa Tenggara Barat. Mataram: Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah.

Dewi Wulandari. 2016. Hukum Adat Indonesia Suatu Pengantar, Bandung: PT Refika Aditama.

https://kbbi.web.id/triwangsa

James Dananjaya. 2002. Foklor Indonesia. Jakarta:Pustaka Utama.

John Ryan Bartholomew. 1999. Alif Lam Mim Kearifan Masyarakat Sasak, Terj. Imron Rosyidi, Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kaharuddin Sulkhad, 2013. Merarik pada Masyarakat Sasak. Yogyakarta:Penerbit Ombak

Koentjaraningra. 1982. Sejarah teori antropologi I. Jakarta : UI Press

Lalu Darmawan. 2006. Sistem Perkawinan Masyarakat Sasak: Interpretasi atas Dialetika Agama dengan Tradisi Merarik Masyarakat Lombok Nusa Tenggara Barat, Skripsi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,

Judith Ecklund, 1977. Marriage, Seaworm and Song: Ritualized Responses to Cultural Change in Sasak Life, disertasi tidak terbit. Cornel University USA, Ph.D Thesis.

Lihat KAJ Ningrat, at. al. 2018. ejurnal Komunitas Yustisia Universitas Pendidikan Ganesha, Vol.1 No.2.

M. Mimbarman Dalem, Lombok Selatan dalam Pelukan Adat Istiadat Sasak. Lombok: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, t.t.

M. Nur Yasin, 2008. Hukum Perkawinan Islam Sasak. Malang: UIN Malang Press.

MF. Zenrif 2007. Realitas Keluarga Muslim:Antara Mitos dan Doktrin Agama (Malang:UIN Malang Press, 2008), 23. Lihat juga Piotr Sztompka, Sosiologi Perubahan Sosial (Jakarta: Prenada Media.

Muhammad Harfin Zuhdi, 2012. Praktik Merariq: Wajah Sosial Orang Sasak, (Lembaga Pengkajian-Publikasi Islam & Masyarakat (LEPPIM) IAIN Mataram.

Solihin Salam 1992. Lombok Pulau Perawan: Sejarah dan Masa Depannya, (Jakarta: Kuning Mas.

Suwardi Endraswara (ed), 2013. Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk, dan Fungsi, Yogyakarta: Ombak.

Tatiek Kartikasari (ed), 1991. Upacara Tradisional Sorong Serah dan Nyongdol dalam Adat Perkawinan Sasak di Lombok (Lombok: Publikasi Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya.

Jumarim, 2002. Perkawinan Adat Sasak di Batujai Lombok, Tesis Program Syari’ah Pasca Sarjana UNISMA Malang.

Downloads

Published

2020-12-23

How to Cite

Khairul Faizin. (2020). THE ROOTS OF MERARIK TRADITION: From Resistance To Acculturation . ALIFLAM: Journal of Islamic Studies and Humanities (JISH), 1(1), 45–58. https://doi.org/10.51700/aliflam.v1i1.98

Issue

Section

Articles