Peran Guru dalam Implementasi Hidden Curriculum untuk Pembentukan Kecerdasan Spiritual Siswa di Madrasah Ibtidaiyah
Kata Kunci:
Pendidikan karakter, nilai spiritual, peran pendidik, kurikulum tersembunyi, pendidikan moralRemove pendidikan moralAbstrak
Perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi informasi telah membawa dampak signifikan terhadap pergeseran nilai moral serta budi pekerti peserta didik. Di tengah arus perubahan ini, guru memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kecerdasan spiritual melalui penerapan hidden curriculum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi hidden curriculum, peran guru, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukan kecerdasan spiritual siswa di MI Bahrul Ulum Wiyung Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidden curriculum diterapkan dalam bidang ibadah, sosial, dan akhlak. Guru berperan sebagai teladan, pembimbing, penyampai ilmu, orang tua di sekolah, dan evaluator. Faktor pendukung mencakup kedisiplinan beribadah serta kegiatan keagamaan, sedangkan hambatan berasal dari minimnya dukungan orang tua, perbedaan kemampuan keagamaan, dan rendahnya kesadaran spiritual siswa.
Unduhan
Referensi
Amalia, R., & Fadilah, N. (2021). Hidden curriculum implementation in Islamic elementary school to strengthen students’ character. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 6(1), 23–34. https://doi.org/10.35316/jpii.v6i1.245
Ananda, R., & Lubis, A. (2020). The teacher’s role as a model in shaping students’ moral behavior through social learning. International Journal of Education and Pedagogy, 5(2), 87–96.
Bandura, A. (2018). Social Learning Theory: Revised Edition. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315179192
Fahrudin, A. (2021). Pendidikan karakter di era disrupsi: Tantangan dan strategi guru. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10(3), 145–157.
Hidayah, N., & Nurdin, M. (2023). Integrating spiritual intelligence in Islamic education: A conceptual approach. Journal of Islamic Studies and Education, 8(2), 101–115.
Inayah, S. (2025). Peran Hidden Curriculum dalam Pembentukan Karakter Religius Santri: Studi Kasus di Pondok Pesantren Darul A’mal Kota Metro. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(6), 8845–8855. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i6.8845
Judrah, J., Suriati, S., & Wahyuwani, W. (2023). Implementasi Hidden Curriculum dalam Pengembangan Kecerdasan Spiritual dan Self-Reliance Santri di Pondok Pesantren Darul Huffadh. AL-Ilmi Jurnal Kajian Islam & Pendidikan, 4(1), 1–10. https://doi.org/10.32529/al-ilmi.v4i1.2158
Kozma, R. (n.d.). Education and Technology in a Changing Society. Springer.
Lubis, A. F. (2015). Hidden Curriculum dan Pembentukan Karakter. FITK.
Maghfiroh, L. (2017). Membangun Karakter Siswa dan Meningkatkan Kecerdasan Spiritual melalui The Hidden Curriculum di MI Wahid Hasyim Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Islam, 18–34.
Mulyana, A. (2022). Keteladanan Rasulullah sebagai basis pendidikan karakter dalam Islam. Jurnal Filsafat dan Pendidikan Islam, 5(1), 55–68
Nabila, R., & Miswar, M. (2024). Optimalisasi Hidden Curriculum dalam Pengembangan Kecerdasan Spiritual Siswa di SMP Swasta IT Ad Durrah. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesia), 10(1), 557–565. https://doi.org/10.31949/educatio.v10i1.557
Nurjanah, S. (2020). Faktor pendukung dan penghambat penerapan kurikulum tersembunyi di sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 8(2), 133–144.
Pratiwi, E. R. (2017). Pengaruh Hidden Curriculum terhadap Pembentukan Karakter Siswa. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 1–10.
Rahman, A. (2023). The role of hidden curriculum in shaping students’ spiritual values. Asian Journal of Education and Learning, 13(1), 41–53. https://doi.org/10.24200/ajel.vol13iss1pp41-53
Rahman, M., & Nurhayati, D. (2021). Integrating moral and spiritual education in the national curriculum. Indonesian Journal of Education Studies, 9(2), 76–89.
Rahmawati, S., & Rofiq, A. (2022). The influence of hidden curriculum on students’ religious attitudes in Islamic schools. Tarbiyah: Journal of Islamic Education Research, 9(1), 88–99. https://doi.org/10.30829/tar.v9i1.1643
Safitri, D. (2020). The implicit values of hidden curriculum in character education. Jurnal Ilmiah Pendidikan Karakter, 4(2), 112–125.
Susanto, H. (2020). Moral degradation among youth in the digital era: The role of religious education. Jurnal Pendidikan Islam, 9(3), 203–217.
Tilaar, H. A. R. (2019). Humanisasi Pendidikan di Era Global. RajaGrafindo Persada.
Sofyana, A., & Haryanto, H. (2023). Pendidikan Karakter dan Kecerdasan Spiritual melalui Hidden Curriculum. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(2), 140–150. https://doi.org/10.21831/jpk.v12i2.57942
Wahyuni, T., & Ismail, M. (2022). Strengthening students’ spiritual character through school culture. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(2), 77–92. https://doi.org/10.29407/jpdn.v7i2.17023
Wulandari, E., & Suyadi. (2023). The teacher’s spiritual role in Islamic education: Integrating values through hidden curriculum. Journal of Islamic Pedagogy Studies, 5(1), 12–25. https://doi.org/10.24042/jips.v5i1.17653
Zaini, H., & Halim, R. (2022). Hidden curriculum and moral formation in elementary education: A qualitative perspective. International Journal of Educational Research and Development, 4(1), 59–73.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Budi Purwantiningsih, Putri Astrinawati, Nayla Najma Arifin

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
License Terms
Karya dalam Jurnal AL-Muta`aliyah dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0) dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Pengguna bebas untuk menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun, me-remix, memodifikasi, dan mengembangkan materi berdasarkan ketentuan ini.
2) Pengguna harus memberikan penghargaan yang sesuai, menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan.
3) Pengguna dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung pengguna atau penggunaan mereka.