Dilema dan Realita Implementasi Pengukuran Mutu Pendidikan: Studi Fenomenologi Kepemimpinan Perempuan di Pondok Pesantren MAS MUS Canduang
DOI:
https://doi.org/10.51700/attadbir.v6i2.1783Kata Kunci:
kepemimpinan perempuan, mutu pendidikan, fenomenologi, madrasah, penjaminan mutuAbstrak
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam pengalaman, dilema, dan strategi kepemimpinan perempuan dalam implementasi pengukuran mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Canduang. Metode: Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap kepala MAS Canduang sebagai informan utama, menggunakan pedoman wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) yang meliputi reduksi, identifikasi tema, dan penafsiran makna. Hasil: Penelitian menemukan tiga dilema utama: (1) antara tuntutan administratif-birokratis dan kultur pesantren; (2) antara penegakan aturan mutu secara kaku dan pemeliharaan keharmonisan interpersonal; serta (3) antara tekanan target mutu dan dinamika psikologis-emosional sebagai pemimpin perempuan. Strategi kepemimpinan yang ditempuh meliputi pendekatan komunikasi persuasif-dialogis, musyawarah, keteladanan, serta keseimbangan antara ketegasan dan empati. Kebaruan: Penelitian ini menawarkan model komunikasi 3D (Dialogue-Deliberation-Delicacy) sebagai gaya khas kepemimpinan perempuan di madrasah. Selain itu, ditemukan bahwa esensi mutu di madrasah tidak hanya "terukur secara angka" tetapi juga "terasa dalam budaya" sebuah temuan yang mengkritisi orientasi kuantitatif standar mutu nasional.
Unduhan
Referensi
BAN-S/M. (2024). Pedoman akreditasi satuan pendidikan tahun 2024. Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). Sage Publications.
Eagly, A. H., & Carli, L. L. (2021). Through the labyrinth: The truth about how women become leaders. Harvard Business School Press.
Fauzan, A., Muhaimin, M., & Hidayat, N. (2022). Quality assurance in Islamic schools: Between standardization and local wisdom. Journal of Islamic Education, 8(2), 145–162.
Hasanah, U., & Latif, M. (2024). Women leadership in pesantren: A phenomenological study. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 8(1), 89–104.
Kemendikbudristek. (2023). Laporan kesenjangan digital di satuan pendidikan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Muhaimin. (2019). Paradigma pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan pendidikan agama Islam di sekolah. Remaja Rosdakarya.
Mujtahid, I., & Saefullah, A. (2023). Leadership styles in pesantren: Between tradition and modernity. Jurnal Manajemen Pendidikan, 14(2), 112–128.
Northouse, P. G. (2019). Leadership: Theory and practice (8th (ed.)). Sage Publications.
Rahman, & dkk. (2025). The Implementation of Qur’anic Values in the Management of Modern Pesantren in Indonesia. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 7(9), 3680–3695. https://doi.org/10.47467/reslaj.v7i9.5680
Rohman, A., & Nuryana, Z. (2021). Quality culture in madrasah: Between national standards and local wisdom. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 11(1), 45–70.
Sutrisno, B., & Wulandari, T. (2023). Women principals in Islamic schools: Challenges and strategies. Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 34–50.
Wahyudi, H., & Hanif, N. (2020). Standardisasi pendidikan vs otonomi madrasah. Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 145–162.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Hafis, Zulfani Sesmiarni

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



