Penyebaran Dakwah Islam Populer di TV Indonesia Pasca Rezim Suharto
DOI:
https://doi.org/10.51700/aliflam.v4i1.508Kata Kunci:
post suharto, religious authority, dakwah on televisionAbstrak
Disertasi ini mendiskusikan tentang bagaimana fenomena penyebaran dakwah di televisi pasca jatuhnya rezim Suharto. Penyebaran dakwah di televisi yang marak pasca jatuhnya Suharto ini, selain ditopang dengan Islamisasi negara juga tumbuh berkat geliat Islamisme yang membangkitkan pula ekologi televisi yang bercorak Islam konservatif di Indonesia. Melalui pembacaan ekologi televisi, Siddik menemukan bahwa corak agama yang dikelola oleh televisi berjalan secara tumpang-tindih bahkan mengusik kemapanan otoritas tradisional. Melalui kajian etnografis tentang ekologi televisi dakwah pasca jatuhnya rezim Suharto, Siddik ingin menegaskan bahwa pergeseran otoritas agama di era modern berhasil membentuk komunitas dan berhubungan erat dengan kecendikiawanan seorang pendakwah agama di panggung televisi maupun kehidupan nyata sehingga memperkuat posisi mereka dalam pergulatan domain agama di Indonesia. Argumen utama buku ini adalah pembuktian historis yang menunjukkan bahwa pendakwah di televisi merupakan tren global dan pembuktian sosiologis terkait bagaimana masyarakat menjamin keberlangsungan tayangan tersebut dengan mengafirmasi produk keislaman di televisi sebagai media untuk belajar agama.
Unduhan
Referensi
Bruinessen, M. van. (2013). Contemporary Development in Indonesian Islam, Explaining the “Conservative Turn.” Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS).
Bunt, G. R. (1999). “islam@britain.net: ‘British Muslim’ Identities in Cyberspace.” Islam and Christian-Muslim Relations, 10(3), 353. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/09596419908721192
Greg Fealy, S. W. (Ed.). (2008). Expressing Islam: Religious Life and Politics in Indonesia. In Expressing Islam: Religious Life and Politics in Indonesia. Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS).
Hasan, N. (2020). New Media, Post-Islamist Piety, and Cyber Islam: Islamic Knowledge Production in Modern Indonesian Society. In N. C. Lin (Ed.), Commerce, Knowledge, and Faith: Islamization of the Modern Indonesian and Han-speaking Muslim Ummahs (p. 265). Centre for Multicultural Studies, College of Liberal Arts. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/48354/1/New Media%2C Post-Islamist Piety%2C and Cyber Islam Islamic Knowledge Production in .pdf
Hikmat Darmawan, A. A. (2008, January). Budaya Pop Islam: Islam 15 Menit. Madina.
Howell, J. (2008). Sufism on the Silver Screen: Indonesian Innovations on Islamic Televangelism. Journal of Indonesian Islam, 02(02), 15.
Khamis, M. el-N. & S. (2010). Collective Identity in the Virtual Islamic public Sphere: Contemporary Discourses in Two Islamic Websites. International Communication Gazette.
Mandaville, P. (1999, March). “Digital Islam: Changing the Boundaries of Religious Knowledge?” Newsletter, 48.
Moll, Y. (2010). Islamic Televangelism: Religion, Media and Visuality in Contemporary Egypt. Arab Media & Society, 10, 27. https://www.arabmediasociety.com/wp-content/uploads/2017/12/20100407165913_Mollpdf.pdf
Muzakki, A. (2012). Islamic Televangelism in Changing Indonesia: Transmission, Authority, and the Politics of Ideas. In P. L. Pradip Ninan Thomas (Ed.), Global and Local Televangelism (p. 247). Palgrave Macmillan.
Qosim, A. (2019). Kelas Menengah Muslim dan Makna Hijrah yang Dibajak. Islami.Co. https://islami.co/kelas-menengah-muslim-dan-makna-hijrah-yang-dibajak/
Rakhmani, I. (2022). Pengarusutamaan Islam di Indonesia (A. Baiquni (Ed.)). Mizan.
Sasono, E. (2005, October). Religiositas Layar Kaca. Tempo.
Siddik, S. (2021). Mediating Islam in Post-Suharto Indonesia: performing Dakwah through popular TV shows [Leiden University]. https://hdl.handle.net/1887/3239164
Steele, J. (2017). Mediating Islam: Jurnalisme Kosmopolitan di Asia Tenggara. Bentang.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Ahmad Afrizal Qosim

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

