Optimalisasi Pembelajaran Fiqih dengan Model STAD di Madrasah Tsanawiyah
Implementasi Pragmatik untuk Menghadapi Tantangan Belajar Siswa
DOI:
https://doi.org/10.51700/mutaaliyah.v4i2.770Kata Kunci:
Pembelajaran Fiqih; .Model STAD; Pragmatik; Tantangan BelajarAbstrak
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsep pragmatisme, dan bagaimana seorang guru bersikap pragmatis untuk memecahkan masalah belajar pada siswa dengan menggunakan model pembelajaran STAD khususnya pada pembelajaran fiqih di madrasah Tsanawiyah. Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini ialah study kepustakaan dengan harapan mendapatkan teori-teori yang cocok dan relevan dalam mendukung argumentasi dari hasil penelitian yang dilakukan. Kemudian selanjutnya ialah hasil dari penelitian yang telah dilakukan antara lain ialah; Pragmatisme berasal dari kata pragma (bahasa Yunani) yang berarti tindakan, perbuatan. Pragmatisme adalah aliran filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu ialah, apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid dan menghambat kelancaran proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Salah satu cara yang bisa dan cocok digunakan sebagai solusi masalah belajar ialah dengan menggunakan model belajar interaktif yaitu model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD).
Unduhan
Referensi
Wiradarma, Komang Suardi, Ni Ketut Suarni, and Ndara Tanggu Renda. "Analisis hubungan minat belajar terhadap hasil belajar daring IPA siswa kelas III sekolah dasar." Mimbar PGSD Undiksha 9.3 (2021): 408-415.
Asmedy, A. (2021). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar. Ainara Journal (Jurnal Penelitian Dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan), 2(2), 108–113. https://doi.org/10.54371/ainj.v2i2.41
Konsep Pembelajaran Fikih di Madrasah Aliyah. (2023). Al-Gazali Journal of Islamic Education, 2(1), 75-91. https://staialgazalibulukumba.ac.id/jurnal/index.php/AJIE/article/view/36
Wulandari, I., & Kunci, K. (2022). Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (student teams achievement division) dalam pembelajaran MI. Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar, 4(1), 17-23.
Jalaluddin dan Idi, Abdullah. 2002. Filsafat Pendidikan Manusia Filsafat dan Pendidikan. Jakarta: Gaya Media Pratama
Kejarcita.id. 2023. 7 Masalah yang Dihadapi Siswa di Sekolah dan Cara Mengatasinya
Kochhar.2008. Pembelajaran Sejarah, (Teaching of History). Jakarta: Gramedia
Topan, M. (2021). Pragmatisme Dalam Pendidikan Di Indonesia: Kritik Dan Relevansinya. Al-Idrak: Jurnal Pendidikan Islam dan Budaya, 1(1), 16-26.
Sifa, M. R. A., Syaripudin, T., & Hendriani, A. (2020). Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe stad untuk meningkatkan keterampilan kerjasama siswa kelas IV SD. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 5(2), 120-130. https://doi.org/10.17509/jpgsd.v5i2.30024
Ramayulis dan Nizar, Samsul. 2000. Filsafat Pendidikan Islam Telaah Sistem Pendidikan dan Pemikiran Para Tokohnya. Jakarta: Kalam Mulia
Redaksi Guru Inovatif. 2022. Mengenal STAD, Metode Pembelajaran Interaktif dan Komunikatif. guruinovatif.id
Gandhi, Teguh Wangsa. 2011. Filsafat Pendidikan (mazhab-mazhab Filsafat Pendidikan). Yogyakarta; Ar-Ruzz Media
Uyoh Sadullah. 2008. Pengantaran Filsafat Pendidikan, Bandung: Alfabeta
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Fe Muhammad Muzahab Badar Ar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
License Terms
Karya dalam Jurnal AL-Muta`aliyah dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0) dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Pengguna bebas untuk menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun, me-remix, memodifikasi, dan mengembangkan materi berdasarkan ketentuan ini.
2) Pengguna harus memberikan penghargaan yang sesuai, menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan.
3) Pengguna dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung pengguna atau penggunaan mereka.