Trends in Islamic Education: The Struggle Between Puritan Salafi and Haraki Integrated Islamic Schools (SIT) to Secure a Space for Coexistence in Lombok

Authors

  • Muharir MA NW Kembang Kerang
  • Himayatul Izzati SDN 1 Kembang Kerang Daya

DOI:

https://doi.org/10.51700/mutaaliyah.v6i2.2109

Keywords:

kontestasi, SIT, salafi puritan, dan salafi haraki

Abstract

The spread of Salafi-Puritan and Haraki transnational movements in Lombok has influenced a shift in religious paradigms and Islamic education models. The increasingly even growth of Integrated Islamic Schools (SIT) is inseparable from the wave of returning Middle Eastern graduates who have become the main actors in this movement. Driven by the spirit to form a Qur'anic generation, strengthen the salaf paradigm, and foster a global perspective, SITs have emerged as a new trend amidst the diversity of Islamic education. Consequently, they have successfully gained expanding sympathy and support from Lombok's Muslim middle class. This article employs a descriptive qualitative approach with the author serving as the primary instrument in conducting interviews and interpretations. By utilizing Wiener's framework of contestation, this study reveals that a contestation among Salafi-Puritan and Haraki SITs has taken place, with proponents of Salafism acting as the main catalysts driving the development of SITs in Lombok, albeit still at the level of soft contestation.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad Amir Aziz “Kebangkitan Tarekat Kota” dalam SLAMICA: Jurnal Studi Keislaman, Vol. 8, No. 1, September 2013.

Ali Muhtararom,(2020). Ideologi Dan Lembaga Pendidikan Islam Transnasional di Indonesia Kontestasi, Aktor dan Jaringan, Yogyakarta:Zahir Publsihng.

Anim Purwanto, Pengembangan Kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) di Sekolah Islam terpadu, Jurnal Basicedu Vol 6 No 1 Tahun 2022. p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147

Burhanuddin Muhtadi, (2012). Dilema PKS Suara dan Syari’ah, Jakarta:KPG,2012.

Hujair AH. Sanaky “Pembaharuan Pendidikan Islam Studi Pemikiran Fazlur Rahman Tentang Konsep Pendidikan Tinggi Islam”, dalam Jurnal el-Tarbawi Vo. VI. No. V, 2002.

Imdadun Rahmat, (2008). Ideologi PolitikPKS dari Masjid Kampus ke Gedung Parlemen, Yogyakarta: LKiS.

Jhon Creswell,(2015) Riset Pendidikan, Perencanaan, Pelaksanaan dan evaluasi Riset Kuantitatif dan Kualitatif, Bandung: Pustaka pelajar.

Karel A.Stenbrink, (1986). Pesantren, Madrsah dan Sekolah, Jakarta :LP3ES.

Kholid Fathoni, Muhammad, (2005). Pendidikan Islam dan Pendidikan Nasional, Jakarta: Departemen Agama RI.

Komarudin Hidayat,(2000). Problem dan Prospek IAIN: Antologi Pendidikan Tinggi Islam, Jakarta: Departemen Agama RI.

Kuntowijoyo, (2001). Muslim Tanpa Masjid: Esai-esai Agama, Budaya dan Politikdalam Bingkai Strukturalisme Transendental, Bandung: Mizan

Martin Van Bruinessen, (2013). Contemporary Developments in Indonesian Islam Explaining the “Conservative Turn” Singapore: ISEAS, 2013.

Masdar Helmi, (2009). Membaca Agama: Islam Sebagai Realitas Terkosntruksi, Yogyakarta, Kansius.

Muharir, (2024). Soft Kontestasi Pendidikan Islam Salafi Puritan dan Salafi Haraqi Pergumulan SIT Merebut Ruang Eksistensi di Lombok, Mataram: Sanabil.

Muharir. (2022). Resiliensi Akomodasi dan Sosial Kapital Pendidikan Islam Salafi -Wahabi Pasca Orde Baru di Lombok, Yogyakarta: Diva Pustaka

Noorhaidi Hasan, (2008), Laskar Jihad Islam, Militansi dan Pencarian Identitas di Indonesia Pasca Orde Baru. Jakarta: LP3ES Kerjasama KTLV Jakarta.

Nur Kholik Ridwan, (2001). Islam Borjuis dan Islam Proletar, Konstruksi Baru Masyarakat Islam Indonesia, Yogyakarata: Galang Press.

Ricklefs, M.C. (2013). Mengislamkan jawa Sejarah Islamisasi di Jawa dan Penentangannya dari 1930 Sampai Sekarang, Terj. FX Dono Sunardi & Satra Wahono, Jakarta: Serambi.

Robert W. Hefner, ed. (2009 ), Making Modern Muslims the Politics of Islamic Education in Southeast Asia,Honolulu: University of Hawai Press.

Saparudin, (2017). Ideologi Keagamaan dalam pendidikan, diseminasi dan Kontestasi pada Madrasah dan Sekolah Islam di Lombok, Jakarta:Onglam Book.

Saparudin,“Gerakan Keagamaan dan Peta Afiliasi Ideologis Pendidikan Islam di Lombok”, dalam MIQOT Vol. XLII No. 1 Januari-Juni 2018.

Savran Billahi dan Idris Thaha, (2018), Bangkitnya Kelas Menengeh Santri Modernisasi Pesantren di Indonesia, Jakarta: Prenada Media Group,

Soeroyo, Berbagai Persoalan Pendidikan, Pendidikan Nasional dan Pendidikan Islam di Indonesia, Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, UIN Sunan Kalijaga, Volume I, 1991

Sri Eka Astutiningsih ”Marginalisasi Perempuan Dalam Dunia Pendidikan”, dalam al-Musawa: Jurnal Studi Gender dan Islam. Vol 6, No 1 2008.

Sukro Muhab, dkk, (2010). Standar Mutu Sekolah Islam Terpadu, Jaringan Sekolah Islam terpadu,Jakarta: JSIT.

Suprapto, (2021). Dialektika Islam dan Budaya Nusantara dari Negosiasi, Adaptasi Hingga Komodifikasi, Jakarta: Prenada Media.

Suyatno, Sekolah Islam terpadu, Filsadat,Ideologi, dan tren Baru Pendidikan Islam di Indonesia,Jurnal Pendidikan Islam,Volume II,Nomor 2 Desember 2013.

Tadjab dkk, (1994). Dimensi-Dimensi Studi Islam Surabaya :Karya Abditama.

Wiener, Anje, (2014). A Teory of Contestation, New York:Springer.

Zamakhsyari Dhofier, (1985), Tradisi Pesantren :Studi Tentang Pandangan Hidup Kiyai, Jakarta : LP3ES.

Published

2026-09-21

How to Cite

Muharir, Muharir, and Himayatul Izzati. “Trends in Islamic Education: The Struggle Between Puritan Salafi and Haraki Integrated Islamic Schools (SIT) to Secure a Space for Coexistence in Lombok”. Jurnal al Muta’aliyah: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 6, no. 2 (September 21, 2026): 207 - 218. Accessed September 23, 2026. https://journal.staidk.ac.id/index.php/almutaliyah/article/view/2109.

Issue

Section

Articles (Peer Reviewed)