Pengembangan Media Articulate Storyline Berbasis Pendekatan Culturally Responsive Teaching untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.51700/alifbata.v6i2.1846Kata Kunci:
Articulate Storyline, Culturally Responsive Teaching, Keragaman Budaya, Hasil BelajarAbstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media pembelajaran Articulate Storyline berbasis pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada materi Keragaman Budaya Jawa Timur untuk siswa kelas III SDN Burengan 3 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa kelas III SDN Burengan 3 Kota Kediri. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan tes. Data dianalisis menggunakan analisis persentase untuk mengukur kevalidan dan kepraktisan, serta uji N-Gain untuk mengukur keefektifan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memperoleh persentase validasi ahli materi sebesar 90% dan validasi ahli media sebesar 90% dengan kategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan memperoleh persentase respon guru sebesar 90% dan respon siswa sebesar 93,6% dengan rata-rata 91,8% yang termasuk kategori sangat praktis. Hasil uji keefektifan menunjukkan nilai N-Gain sebesar 0,795 pada uji coba terbatas dan 0,78 pada uji coba luas dengan kategori tinggi. Dengan demikian, media pembelajaran Articulate Storyline berbasis pendekatan CRT dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Keragaman Budaya Jawa Timur. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi yang terintegrasi dengan budaya lokal guna menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna.
Unduhan
Referensi
Akbar, S. (2017). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Arwanda, P., Irianto, S., & Andriani, A. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran Articulate Storyline Kurikulum 2013 Berbasis Kompetensi Peserta Didik Abad 21 Tema 7 Kelas Iv Sekolah Dasar. Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 4(2), 193. https://doi.org/10.35931/am.v4i2.331
Azizan, N., Setiawan, D., Hidayat, & Lubis, maulana arafat. (2024). Model Pembelajaran Culturally Responsive Teaching Di Sekolah Dasar. Indramayu: PT. Adap Indonesia.
Darmawan, D. (2016). Mobile learning (Cetakan 1). Jakarta: Rajawali Pers.
Handayani, N. K. T., Gading, I. K., & Widiana, I. W. (2023). Media Interaktif Berbasis Kearifan Lokal Tri Hita Karana Berbantuan Articulate Storyline untuk Meningkatkan Hasil Belajar PPKn Siswa. Jurnal Imiah Pendidikan Dan Pembelajaran, 7(3), 528–536. https://doi.org/10.23887/jipp.v7i3.61599
Harianja, M. R., Yusup, M., & Sardianto Markos Siahaan. (2024). Uji N-Gain pada Efektivitas Penggunaan Game dengan Strategi SGQ untuk Meningkatkan Berpikir Komputasi dalam Literasi Energi. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial Dan Sains, 13(2). https://doi.org/10.19109/intelektualita.v13i2.25168
Karomah, F. N., Devita, Ramli, Z. J., & Mas’odi, M. (2024). PERAN DAN MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR. JURNAL IKA : IKATAN ALUMNI PGSD UNARS, 15(2), 211–222. https://doi.org/https://doi.org/10.36841/pgsdunars.v15i2.5768
Kusnadi, E., & Azzahra, S. A. (2024). Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Wordwall dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PPKn di MA Al Ikhlash Padakembang Tasikmalaya. 12(2), 323–339. https://doi.org/https://doi.org/10.24269/dpp.v12i2.9526
Kustandi, C., & Darmawan, D. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran: Konsep & Aplikasi Pengembangan Media Pembelajaran bagi Pendidik di Sekolah dan Masyrakat. Jakarta: Prenada Media.
Muslim, M. (2020). Peran Pendidikan IPS Dalam Pembentukan Perilaku Sosial Dan Tanggung Jawab Sosial Era Abad 21. SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education, 1(2), 83. https://doi.org/10.32332/social-pedagogy.v1i2.2745
Permatasari, O., & Rahmawati, S. (2026). Validitas dan Kelayakan Media Pembelajaran Digital Kartu Truth or Dare Berbantuan Canva pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas IV Sekolah Dasar. 11, 1761–1769. https://doi.org/10.29303/jipp.v11i2.4909
Profithasari, N., Nurjanah, S., Putra, A. D., & Izzatika, A. (2025). Peningkatan Kompetensi Pedagogik Digital Guru SD Negeri 1 Mataram Melalui Pelatihan Articulate Storyline. Jurnal Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 4(2), 537–549. https://doi.org/10.56303/jppmi.v4i2.946
Sari, Helsy, I., Aisyah, R., & Irwansyah, F. S. (2019). Media Pembelajaran. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati.
Sianturi, R., & Ndona, Y. (2025). Implementasi Pendidikan Karakter Menghargai Keberagaman Suku dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jurnal.Permapendis-Sumut, 5, 904–915. https://doi.org/https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i1.1053
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian dan Pengembangan Research dan Development. Bandung: Alfabeta.
Zufa, I. K., Purnomo, E. A., & Mawarsari, V. D. (2025). Efektivitas Penerapan E-Modul Dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah. Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika, 10(4), 2545–2560. https://doi.org/10.30605/pedagogy.v10i4.7563
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rara Salsabila Azzahra, Erwin Putera Permana, Efa Wahyu Prastyaningtyas

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Karya dalam Alifbata: Jurnal Pendidikan Dasar dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0).
- Pengguna bebas untuk menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun, me-remix, memodifikasi, dan mengembangkan materi berdasarkan ketentuan ini;
- Pengguna harus memberikan penghargaan yang sesuai, menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan.
- Pengguna dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung pengguna atau penggunaan mereka.
